Cara Mencegah Dan Mengatasi Konstipasi


Dalam artikel sebelumnya Anda sudah mengenal gejala dan penyebab penyakit konstipasi atau biasa kita kenal dengan sembelit.  Pada dasarnya penyakit sembelit ini memang tidak membawa dampak buruk bagi kesehatan selayaknya penyakit lain,  namun penyakit sembelit ini memiliki potensi yang sangat kuat untuk menggganggu aktifitas sehari hari. Seseorang yang menderita penyakit sembelit akan sulit untuk berkonsentrasi karena ada rasa tidak nyaman pada perut, terlebih lagi penyakit ini terkadang mengharuskan penderitanya untuk berkali kali pergi ke kamar mandi untuk buang air besar walaupun ketika sudah sampai tidak ada tinja yang keluar. Penyakit sembelit ini juga termasuk penyakit yang tidak pandang bulu, dalam artian penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tua mapun muda. Karena itulah perlu adanya pengetahuan tentang cara mencegah dan mengatasi konstipasi atau sembelit ini.

Cara Mencegah Dan Mengatasi Konstipasi

Untuk mencegah konstipasi, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan. Walau pada dasarnya pola hidup yang baik merupakan langkah yang paling mudah, berikut beberapa hal yang dapat mencegah konstipasi:

  • Memperbanyak konsumsi serat
  • Meningkatkan konsumsi cairan
  • Hindari terlalu banyak susu
  • Rajin olahraga
  • Mengatur kebiasaan buang air besar
  • Pastikan buang air besar dengan tuntas

Cara Mencegah Dan Mengatasi Konstipasi

Ada kalanya Anda telah berusaha untuk melakukan berbagai macam cara supaya tidak terkena konstipasi, namun sayangnya cara tersebut kurang efektif dan Anda terserang penyakit ini. Tidak perlu khawatir karena  penyakit konstipasi dapat disembuhkan dengan obat pencahar, antara lain:


  • Obat Pencahar Osmotik : Obat pencahar ini akan meningkatkan cairan dalam usus sehingga nantinya feses akan lebih mudah untuk mengalir keluar. Beberapa contoh obat pencahar osmotic ini adalah laktulosa atau macrogol.
  • Obat pencahar pembentuk tinja: Obat ini akan membuat tinja Anda mempertahankan cairan yang dikandungnya sehingga dapat keluar dengan mudah. Sekam ispaghula dan metilselulosa adalah contohnya.
  • Obat stimulan: Seperti namanya, jenis obat pencahar ini akan merangsang otot dalam saluran pencernaan untuk mendorong tinja keluar. Jenis pencahar ini merupakan langkah terakhir yang dilakukan ketika pencahar lainnya tidak membuahkan hasil. Contoh obat pencahar ini adalah bisacodyl dan sodium picosuphate.

Cara Mencegah Dan Mengatasi Konstipasi

Penyakit konstipasi memang bukan penyakit yang mengancam nyawa, namun selayaknya penyakit pada umumnya, konstipasi juga memiliki beberapa komplikasi yang dapat terjadi ketika Anda mengidapnya dalam jangka waktu yang lama, beberapa contoh komplikasinya adalah.

  • Wasir atau Hemorrhoid: Pembengkakan dinding anus akibat pelebaran pembuluh darah
  • Fisura Anus : Robeknya kulit pada dinding anus akibat feses yang keras ataupun mengejan terlalu lama
  • Impaksi feses : Menumpuknya tinja di rectum karena tidak kunjung keluar.
  • Prolaps rectum : Rektum mencuat keluar dari anus karena mengejan terlalu lama

Jika Anda mengidap konstipasi ini dalam jangka waktu yang cukup lama, maka segeralah konsultasikan penyakit Anda itu ke dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Karena dokter akan lebih mengerti kondisi serta penanganan yang terbaik untuk Anda. 

Sumber gambar: pesonasecutiy, bidanku

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

X

Mau dapat info dan berita seputar Kesehatan menarik?

Ikuti Facebook kami, klik SUKA

Contact Us