Mengenal Gangguan PTSD (Post Traumatic Stress Disorder)


Banyak kejadian yang dialami manusia selama hidupnya, mulai dari kejadian yang menyenangkan, menyeramkan,maupun menyedihkan. Anda tentu juga pernah mengalami kejadian tersebut karena hidup bukan seperti garis lurus yang ditarik secara stagnan, pasti ada gelombang di tengahnya dan tidak ada yang tahu kapan gelombang tersebut terjadi. Terkadang otak manusia mampu merekam kejadian yang sangat membawa pengaruh bagi hidupnya, seperti terkena kecelakaan serius, terkena penyakit berbahaya, ditinggal orang yang dicintai dan masih banyak lagi. Tubuh kita memiliki kemampuan untuk melakukan masa restorasi atau penyembuhan dari hal hal tersebut, sehingga lambat laun kenangan tersebut akan terasa tidak menyakitkan dan menghilang. Namun dalam beberapa kasus justru kejadian yang traumatis tersebut terus menghantui dan tidak kunjung hilang, akibatnya dapat berdampak pada kegiatan sehari hari, seseorang  yang mengalami gejala seperti itu kemungkinan terkena PTSD (Post Traumatic Stress Disorder)

Mengenal Gangguan PTSD (Post Traumatic Stress Disorder)

Post Traumatic Stress Disorder atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan gangguan stress pascatrauma ini merupakan penyakit yang sifatnya psikologis, tidak membawa dampak secara langsung bagi konidisi fisik seseorang. Namun mengingat gangguan ini menyerang sisi  mental, sebaiknya segera lakukan tindak lanjut sebelum pasien melakukan hal hal yang diluar batas normal. Umumnya seseorang dapat terkena PTSD ini setelah mereka mengalami kejadian yang traumatis yang melibatkan fisik atau perasaan terancam.

Mengenal Gangguan PTSD (Post Traumatic Stress Disorder)

Gejala PTSD dapat bermanifestasi kedalam beberapa bentuk, namun secara umum gejala tersebut dapat diklasifikasikan menjadi empat:

  • Ingatan yang mengganggu, ingatan tentang kejadian traumatis tersebut dapat muncul secara tiba tiba ke permukaan atau muncul dalam mimpi.
  • Menghindari segala hal yang berkaitan dengan hal traumatis, dimana seseorang cenderung menjauhi, menutup diri, serta tidak ingin berbicara tentang topik yang menyinggung kejadian tersebut. Contohnya jika mengalami trauma akibat kecelakaan mobil, pasien PTSD cenderung akan tidak ingin mengendarai mobil, dengan alasan apapun dan hingga kapanpun.
  • Pola pikir negatif. Seseorang yang menderita PTSD cenderung skeptis terhadap beberapa hal, merasa terasing, ataupun merasa putus asa terhadap masa depan.
  • Emosional. Seseorang yang mengidap PTSD juga cenderung cepat naik turun emosinya, terkadang marah lalu tiba tiba merasa sedih.

Sekitar 30% orang yang pernah mengalami kejadian traumatis dalam hidupnya memiliki kemungkinan untuk terserang PTSD. Pada anak anak, kemungkinan ini cenderung lebih besar karena mereka masih belum memiliki kemampuan untuk mengontrol  emosinya. Umumnya hal tersebut diindakikan dengan seringnya melakukan reka ulang kejadian saat bermain, gelisah saat berpisah dengan orang tua atau menangis saat melakukan kontak dengan sesuatu yang memicu trauma tersebut.

Mengenal Gangguan PTSD (Post Traumatic Stress Disorder)

Gejala trauma setelah mengalami kejadian mengerikan adalah hal yang wajar, namun jika rasa trauma tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama serta mulai mengganggu kegiatan sehari hari Anda, maka konsultasi dengan dokter ahli adalah solusi paling tepat.

Sumber gambar: ptsd.va.gov, alodokter

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

X

Mau dapat info dan berita seputar Kesehatan menarik?

Ikuti Facebook kami, klik SUKA

Contact Us